Kerajinan Tas
Palembang (ANTARA Sumsel) - Produk kerajinan industri kecil Palembang
berupa tas dan dompet yang ditawarkan di Pameran Internasional Fashion
di Bangkok diminati pengunjung, kata Kepala Dinas Perindustrian
Perdagangan Koperasi dan UKM Palembang, Ibnu Rohim.
Pameran yang
diadakan di Bangkok itu berlangsung, 13-17 Maret 2013 diikuti ratusan
peserta dari sejumlah negara termasuk Indonesia, kata Ibnu Rohim di
Palembang, Selasa.
Ia mengatakan, produk kulit karya perajin
Palembang ternyata sangat diminati pengunjung, terbukti dari 100 barang
yang mereka bawa habis terjual. Menurut dia, bukan hanya sebatas pameran tetapi dalam waktu dekat perajin telah menyepakati kerja sama dengan pedagang Bangkok.
Rencananya, produk kerajinan kulit itu akan dijual berlanjut ke negeri Siam itu.
Ia mengatakan, pedagang tas dan dompet di wilayah Pantai Petaya Thailand telah menyatakan siap membeli barang tersebut.Kemudian produk dari Kota Palembang itu akan dijual di salah satu objek andalan Thailand, katanya.Dia menjelaskan, selain produk kulit, songket dan jumputan juga menjadi barang yang mereka pamerkan.Sejumlah perajin tekstil tradisional mereka ajak untuk memperkenalkan produk ke mata internasional itu.Ibnu menambahkan, mengenalkan produk khas Palembang ke kanca internasional itu menjadi agenda rutin pemkot setempat.
Cara
mengenalkan produk tidak hanya dengan mengikuti pameran tetapi juga
menyosialisasikan melalui jaringan-jaringan, seperti kedutaan besar
Indonesia di sejumlah perwakilan negara sahabat.
Sementara Tria
Gunawan, desainer dan perajin kain tradisional Palembang mengatakan
ajang tersebut menjadi momentum pihaknya meningkatkan jaringan
internasional dalam mengenalkan produk khas kota setempat. Kain songket dan jumputan menjadi andalan produk yang mereka pameran, katanya.
Dia menambahkan, songket bintang bertabur lepus, jas jumputan, blus tenunan blongsong dan jaket tenun dobby mereka pamerkan.Beragam
kain khas itu diminati pengunjung bahkan Dubes Indonesia untuk Bangkok
membeli songket untuk dipakai sendiri, katanya.







0 komentar:
Posting Komentar